Kamis, 18 Februari 2016

Hakikat Rindu



Hanya ucapan selamat malam yang bisa kuuntai untukmu, yang kutahu memang tak mungkin mensejajarkan langkahku bersamamu,
Selalu....

Menunggu, kesamaan kita selalu. Menggelayut pilu pada suatu rindu yang kita visualisasikan dalam benak dengan harap-harap akan temu.
Aku, yang selalu menunggumu.
Dia, yang selalu kamu tunggu.
Dari dulu....

Tak terelakan, kita adalah organisme yang identik. Dimana kamu yang suka tersakiti karna menunggunya, dan aku yang suka tersakiti karna menunggumu berpaling darinya.
Penuh tanya.....

Tak lepas dari semua itu, waktulah dalang dibalik pertemuan dan penyesalan. Dia mengatur kita mencintai, dan membuat kita juga tersakiti. Namun dia juga menyajikan penawar yang pasti pada hati yang mau mengerti dan menghargai.
Keiklasan hati....

Namun cukupkan semua itu, aku hanya ingin menitipkan pesan sebuah hakikat rindu. Dimana aku yang tak lelah menunggu, berharap pada sebuah temu kita telah dipersatukan oleh waktu,
Iya, hanya kita, aku dan kamu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar